Take a fresh look at your lifestyle.

Masih Belum Beruntung, Kalteng Putra Masih Tertahan di Zona Degradasi

0

Patrich Wanggai bersama rekannya merayakan gol yang dilesahkan ke gawang Barito Putra pada laga yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Tuah Pahoe, kemarin sore (5/10). (DENAR/KALTENG POS)

PALANGKA RAYA-Kalteng Putra harus menerima
hasil imbang saat menjamu Barito Putera pada pekan ke-22 lanjutan Liga1/2019.
Skuat berjuluk Laskar Isen Mulang ini, ditahan saudara tuanya 1-1 di Stadion Tuah
Pahoe, Palangka Raya, Sabtu (5/10) petang. Hasil minor di kandang ini pun
mengharuskan kedua tim tak juga beranjak dari zona merah atau zona degradasi
Liga 1 musim ini.

Artinya tidak memberikan pengaruh terhadap
posisi kedua tim di klasemen sementara. Kalteng Putra tetap berada di peringkat
ke-16 klasemen sementara usai mengoleksi nilai 20. Sedangkan Barito Putera satu
tangga di bawahnya dengan poin yang sama.

Jalannya pertandingan kedua tim penghuni zona
degradasi ini, sangat berlangsung sengit sejak peluit kick-off ditiupkan
wasit  Tabrani asal Jawa Timur. Alih-alih
tak ingin kehilangan poin di kandang, membuat Kalteng Putra menekan lebih awal
ke jantung pertahanan Barito Putera.

Dalam laga yang disiarkan secara langsung
stasiun televisi Indosiar itu, Barito Putera memang mendapat tekanan
bertubi-tubi dari pasukan tim besutan Wesley Gomes de Oliveira. Meski demikian,
Barito Putera bermain cukup disiplin dan masih mampu menjaga gawangnya dari
kebobolan. Terbukti, beberapa aksi gemilang penjaga gawang Barito Putera,
Adhitya Harlan mampu menepis gempuran lini serang Kalteng Putra.

Kedua tim silih berganti melakukan serangan
demi mengungguli lawannya masing-masing. Namun skema bertahan tim tamu membuat
barisan penyerang Kalteng Putra sedikit mengalami kesulitan.

Eydison Soares sempat memberi ancaman di menit
ke-37, sayang  tendangannya masih
mengenai kaki pemain belakang Barito Putera yang  membuat arah bola ke samping gawang.  Begitu pula sebaliknya. Menjelang babak
pertama berakhir, lewat legiun asing yang dimiliki Barito Putera, yakni
Francisco Torres memberikan ancaman serius. Beruntung, tendangannya masih mampu
diamankan kiper Reky Rahayu. Skor kacamata 0-0 pun menutup babak pertama.

Duel kembali tersaji di babak kedua dengan
sengit dan ketat. Kedua tim berusaha memecahkan kebuntuannya. Baru pendukung
Kalteng Putra terhentak gembira setelah Patrich Wanggai sukses menjebol gawang
Aditya Harlan di menit ke-57. Umpan silang Wasyiat Hasbullah dari sisi kanan
mampu disambut striker gaek asal Papua tersebut.

Akan tetapi, kemeriahan pendukung menyambut
keunggulan Kalteng Putra tak bertahan lama. Pasalnya tim uluh itah ini harus
mengakui  gol penyeimbang kedudukan
melalui gol bunuh diri. Petaka bunuh diri tersebut terjadi pada menit ke-59
saat Kevin Gomes mencoba menghalau bola yang masuk ke sektor pertahanan. Tetapi
justru masuk ke dalam gawangnya sendiri.

Jual beli serangan kembali terjadi. Karena
jelas misi Kalteng Putra ingin menghentikan paceklik kemenangan saat bermain di
kandang. Namun sayang, upaya kerja kerasnya belum mampu mengubah papan skor
hingga peluit panjang ditiupkan. Hasil akhir 1-1 menutup pertandingan sore
kemarin.

“Mereka berjuang cukup baik dan memiliki
semangat untuk memenangkan pertandingan. Namun lagi-lagi belum beruntung dan
masih membuang banyak peluang,”kata pelatih Kalteng Putra Gomes de
Oliveira usai pertandingan.

Menanggapi gol bunuh diri, dirinya mengaku
sangat menyayangkan. Karena tim besutannya ini sedang dalam posisi unggul dan
berjuang untuk mendapatkan kemenangan perdana di putaran kedua.

“Padahal perjuangan untuk mencetak gol ke
gawang lawan sangat sulit. Kemudian dinodai dengan gol bunuh diri tersebut. Ini
memang sangat mengecewakan. Seharusnya tak perlu terjadi,”tegasnya.

Sementara pelatih Barito Putra, Djadjang
Nurdjaman mengungkapkan bahwa pertandingan kemarin merupakan laga yang cukup
berat. Walaupun mempertemukan dua tim papan bawah.

“Walaupun kami berkeinginan untuk
memenangkan laga. Tetapi hanya meraih hasil imbang. Itu kami syukuri saja.
Apalagi cuaca di babak pertama juga sangat panas,”kata pelatih yang akrab
disapa dengan Djanur ini.

Faktor absennya beberapa pemain yang bergabung
dengan timnas, diakui cukup mempengaruhi performa serangan timnya.

“Tapi, kami sangat mengapresiasi, karena
pemain berjuang maksimal. Walaupun hanya meraih hasil imbang, ini akan menjadi
bahan evaluasi kita ke depan,”tutupnya. (nue/hen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy