Take a fresh look at your lifestyle.

Pagar Masuk IMK Didobrak, Ini yang Dilakukan Ratusan Warga di Lokasi Pertambangan

0

Anggota dari Dits Sabhara Polda Kalteng ketika melakukan penjagaan di pintu pertama masuk ke PT IMK usai pembukaan paksa oleh warga pada Senin malam (28/5). (FOTO : REN/KALTENG POS)

PURUK CAHU – Sekitar 700 orang warga memaksa masuk ke lokasi pertambangan PT. Indo Muro Kencana (IMK) di Desa Dirung Lingkin, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya, Senin (28/5) sekitar pukul 22.00 malam. Upaya paksa warga masuk ke lokasi tambang dengan mendobrak pagar masuk ke wilayah perusahaan berhasil, sehingga mereka dapat lolos menuju ke lokasi fit Serojan yang menjadi lokasi utama pertambangan PT. IMK.

Selama berjam-jam melakukan pengambilan batu-batu yang diduga berisi emas, warga langsung keluar dan pulang dengan membawa sak yang berisi batu untuk selanjutnya di proses mencari emas. Data yang diperoleh di lapangan, warga yang masuk ke lokasi pertambangan ini berlangsung sejak Minggu (27/5) malam, namun jumlahnya ketika itu hanya sekitar 300 orang saja dengan masuk melalui jalur yang sama melewati pintu gerbang yang dijaga oleh petugas. Dengan jumlah massa yang begitu banyak sehingga petugas tidak mampu menghalau, sehingga mereka berhasil masuk ke lokasi pertambangan.

Dalam pertemuan dengan warga Desa Mangkahui, Kecamatan Murung yang merupakan desa ring 1 PT IMK yang dipimpin Kapolda Kalteng Brigjen Anang Revandoko, dengan pihak PT IMK beserta Plt Bupati Murung Raya H Darmaji, Sekretaris Daerah Syarkawi H Sibu serta dihadiri Kasat Brimob Kombes Amostian SIK, Dir Sabhara Kombes Andreas SIK, Kapolres Murung Raya AKBP Esa Estu Utama SIK, dan Dandim 1013/Mtw Letkol Abraham Kalelo di kantor PT. IMK, terkuak bahwa alasan warga memaksa masuk ke lokasi pertambangan PT IMK karena soal isi perut. Bahkan mereka kesulitan mencari pekerjaan, terlebih pihak PT IMK terkesan tidak mau menerima karyawan lokal dan selalu mendatangkan tenaga kerja luar.

“Ini persoalan kami ingin mencari pekerjaan, pihak PT IMK tidak memberi ruang kepada kami untuk ikut bekerja bekas galian mereka. Selain itu juga pihak PT IMK dalam perekrutan karyawan tidak transparan, justru banyak karyawan yang didatangkan dari luar,” ujar salah seorang warga dalam pertemuan tersebut.(ren/OL)

Source

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy